Mengatur Keuangan Keluarga Muda: Pos Anggaran yang Sering Terlupa

Sampul artikel mengatur keuangan keluarga muda dan pos anggaran yang sering terlupa, dengan latar hijau LillahLife

Tanggal 25 gajian masuk. Tanggal 27 sudah bayar kontrakan, cicilan motor, dan token listrik.

Tanggal 5 bulan berikutnya, saldo tinggal sedikit dan kamu bertanya-tanya ke mana sisanya pergi.

Banyak pasangan muda mengalami ini, bukan karena boros besar, tapi karena pos-pos kecil yang tidak pernah dicatat. Mengatur keuangan keluarga muda dimulai dari membuat semua pos itu kelihatan.

Tulisan ini membahas pos anggaran yang paling sering terlupa, cara membagi gaji di hari gajian, dana darurat, dan obrolan uang yang sebaiknya dilakukan suami istri sebulan sekali.

Keuangan keluarga muda dimulai dari angka yang sebenarnya

Sebelum membuat rencana keuangan keluarga muda, lihat dulu apa yang sudah terjadi.

Kumpulkan mutasi satu bulan

Ambil mutasi rekening dan e-wallet satu bulan terakhir, lalu kelompokkan.

Tidak perlu aplikasi khusus. Spreadsheet atau buku tulis sudah cukup.

Yang penting, semua pengeluaran masuk, termasuk yang kecil seperti parkir dan pesan antar.

Kelompok yang biasanya muncul

  • Tempat tinggal: sewa atau cicilan, iuran lingkungan, air.
  • Energi dan komunikasi: listrik, pulsa, paket data, internet rumah.
  • Makan: belanja dapur, makan di luar, pesan antar.
  • Transportasi: bensin, parkir, ongkos KRL atau ojek.
  • Cicilan: kendaraan, gadget, paylater.
  • Keluarga besar: kiriman untuk orang tua, bantuan saudara.
  • Lain-lain: semua yang tidak masuk kelompok di atas.

Kalau kelompok “lain-lain” ternyata besar, di situlah kebocoran keuangan keluarga muda biasanya bersembunyi.

Setelah dikelompokkan, biasanya terlihat pos mana yang paling besar dan mana yang paling sering bocor. Sering kali yang bocor justru pos kecil seperti pesan antar.

Lakukan pencatatan ini berdua dengan pasangan. Angka yang dilihat bersama lebih mudah disepakati daripada yang hanya dipegang satu orang.

7 pos anggaran yang sering terlupa

Pos-pos ini jarang muncul tiap bulan, sehingga sering tidak dianggarkan. Begitu datang, uang belanja yang jadi korban.

Daftar pos dan cara menyiapkannya

Pos Kenapa terlupa Cara menyiapkan
Pajak kendaraan Datang setahun sekali Bagi 12, sisihkan tiap bulan
Servis motor atau mobil Ditunda sampai rusak Sisihkan perkiraan biaya servis rutin
Kondangan dan hadiah Undangan datang mendadak Tetapkan jatah bulanan, kalau tidak terpakai ditabung
Kebutuhan anak sekolah Muncul di awal tahun ajaran Sisihkan sejak beberapa bulan sebelumnya
Lebaran dan mudik Terasa masih lama Mulai cicil sejak jauh hari
Langganan digital Terpotong otomatis Cek ulang tiap tiga bulan, hentikan yang jarang dipakai
Sedekah dan bantuan Diberikan dari sisa Jadikan pos tetap di awal bulan

Pos-pos ini terlupa karena tidak datang setiap bulan. Padahal saat datang, jumlahnya cukup besar untuk mengganggu anggaran bulan itu.

Cara paling mudah adalah membagi perkiraan biaya tahunan dengan 12, lalu menyisihkannya setiap bulan di kantong terpisah.

Mulai dari dua atau tiga pos yang paling sering membuat kaget. Pos lain bisa ditambahkan setelah kebiasaan menyisihkan sudah berjalan.

Panduan untuk pos tertentu

Untuk Lebaran, ada panduan menghitungnya di anggaran Lebaran tanpa utang.

Untuk sedekah rutin, lihat cara menyisihkan sedekah di anggaran bulanan.

Pos tahunan yang dicicil sejak awal membuat keuangan keluarga muda tidak goyah setiap kali tagihan besar datang.

Cara membagi gaji di hari gajian

Kebiasaan yang paling membantu keuangan keluarga muda adalah membagi uang di hari gajian, bukan menunggu sisa di akhir bulan.

Urutan pembagian

  1. Kewajiban tetap. Sewa, cicilan, listrik, internet. Bayar atau pisahkan dulu.
  2. Pos yang kamu niatkan. Sedekah, kiriman orang tua, tabungan, dana darurat. Pisahkan di awal, bukan dari sisa.
  3. Pos tahunan yang dicicil. Pajak kendaraan, sekolah anak, Lebaran.
  4. Belanja harian. Sisanya untuk makan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari.

Urutan ini membuat pos yang penting aman lebih dulu. Belanja harian menyesuaikan dengan sisa, bukan sebaliknya.

Atur transfer otomatis di hari gajian supaya pembagian berjalan tanpa harus diingat setiap bulan.

Kalau penghasilan berdua, sepakati siapa yang memegang pos apa. Pembagian yang jelas mengurangi salah paham di akhir bulan.

Pisahkan wadahnya

Memisahkan bisa dengan rekening berbeda, kantong di e-wallet, atau amplop.

Yang penting, uang belanja harian tidak bercampur dengan uang yang sudah punya tujuan.

Kalau memakai produk keuangan seperti tabungan berjangka atau investasi, pastikan lembaganya terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Contoh hitungan anggaran keuangan keluarga muda

Misalnya penghasilan gabungan sebuah keluarga Rp9.000.000 per bulan. Angka di bawah hanya contoh cara berpikir, bukan patokan.

Tabel contoh

Pos Contoh
Sewa dan iuran Rp2.500.000
Listrik, air, internet, pulsa Rp700.000
Cicilan motor Rp800.000
Kiriman orang tua Rp500.000
Sedekah Rp300.000
Dana darurat Rp500.000
Cicilan pos tahunan (pajak, sekolah, Lebaran) Rp600.000
Belanja dapur dan makan Rp2.200.000
Transportasi Rp600.000
Lain-lain Rp300.000

Angka di tabel ini hanya contoh untuk menggambarkan cara menyusun, bukan saran nominal. Ganti dengan angka keluargamu sendiri.

Perhatikan bahwa pos niat dan pos tahunan sudah masuk sebelum belanja dapur. Inilah yang membuat keuangan keluarga muda lebih tenang di akhir bulan.

Kalau totalnya melebihi penghasilan, lihat pos mana yang bisa dikurangi sementara, dan bicarakan bersama pasangan.

Kalau totalnya kebesaran

Kalau totalnya melebihi penghasilan, cari pos yang bisa dikurangi.

Biasanya yang paling mudah disesuaikan adalah makan di luar, langganan, dan belanja impulsif.

Kewajiban tetap seperti sewa jarang bisa diubah cepat, jadi mulailah dari pos yang paling lentur.

Obrolan uang bulanan bersama pasangan

Banyak pertengkaran soal keuangan keluarga muda sebenarnya terjadi karena uang tidak pernah dibicarakan dengan tenang.

Pertanyaan untuk 30 menit sebulan sekali

Coba jadwalkan obrolan 30 menit sebulan sekali, misalnya Sabtu pagi setelah gajian.

  • Bulan lalu, pos mana yang melebihi rencana? Kenapa?
  • Ada pengeluaran besar apa dalam tiga bulan ke depan?
  • Apakah kiriman ke keluarga besar masih sesuai kemampuan kita?
  • Satu hal apa yang ingin kita kurangi bulan ini?
  • Satu hal apa yang ingin kita tabung bersama?

Obrolan rutin seperti ini membuat urusan uang tidak lagi jadi bahan pertengkaran. Masalah kecil dibahas sebelum menjadi besar.

Akhiri obrolan dengan satu keputusan kecil untuk bulan depan. Keputusan yang jelas lebih mudah dijalankan daripada daftar panjang.

Suasana dan pembagian peran

Hindari obrolan ini saat lelah atau lapar, dan fokus pada angka, bukan saling menyalahkan.

Pembagian peran juga perlu jelas: siapa yang membayar tagihan, siapa yang mencatat.

Topik pembagian tugas rumah dibahas lebih lengkap di pembagian tugas rumah suami istri.

Kesalahan keuangan keluarga muda yang sering terjadi

Beberapa kesalahan ini sangat umum, dan kabar baiknya semuanya bisa diperbaiki.

Menabung dari sisa dan paylater

Menabung dari sisa. Sisa hampir selalu nol. Pisahkan tabungan di hari gajian.

Paylater untuk kebutuhan harian. Cicilan kecil yang menumpuk akan memakan gaji bulan depan.

Tidak punya dana darurat. Saat motor rusak atau anak sakit, satu-satunya jalan jadi utang. Cara menyiapkannya ada di dana darurat keluarga.

Keputusan sepihak dan rencana terlalu ketat

Satu orang menanggung semua keputusan. Kalau hanya satu pihak yang tahu kondisi keuangan, beban dan salah paham mudah muncul.

Rencana terlalu ketat. Anggaran tanpa ruang untuk sedikit hiburan biasanya cepat ditinggalkan.

Keuangan keluarga muda yang sehat tetap memberi ruang untuk bernapas.

Penghasilan tidak tetap dan kebutuhan keluarga besar

Dua situasi ini sering membuat rencana yang sudah rapi jadi berantakan.

Kalau penghasilan tidak tetap

Pekerja lepas, pedagang, dan pengemudi ojek daring sering punya bulan ramai dan bulan sepi. Susun anggaran dari penghasilan terendah dalam enam bulan terakhir, bukan dari rata-ratanya.

Pos wajib harus tetap tertutup bahkan di bulan paling sepi.

Saat bulan ramai datang, pakai kelebihannya dengan urutan ini: tambah dana darurat, isi pos tahunan yang masih kurang, baru setelah itu belanja yang sifatnya keinginan.

Saat ada kebutuhan mendadak dari keluarga besar

Membantu keluarga adalah hal baik, dan justru karena itu perlu direncanakan. Sepakati dengan pasangan batas bantuan yang masih aman, tanpa menyentuh uang sewa atau sekolah.

Kalau permintaannya melebihi batas itu, jawab dengan jujur dan tetap hangat, misalnya: “Bulan ini kami bisa bantu segini dulu, insyaAllah bulan depan kami lihat lagi.”

Kalimat sederhana seperti ini menjaga hubungan sekaligus menjaga keuangan keluarga muda kalian sendiri.

Dua Langkah di Gajian Berikutnya yang Membuat Akhir Bulan Lebih Tenang

Kalau semua terasa banyak, mulai dari dua langkah: kelompokkan pengeluaran bulan lalu, lalu pisahkan satu pos tetap di gajian berikutnya. Tagihan yang terlambat sering bukan karena tidak ada uang, tapi karena lupa tanggalnya, jadi catat juga tanggal jatuh temponya.

Di LillahLife, kamu bisa membuat tugas seperti “Bayar listrik” lengkap dengan tenggat dan pengingat, dan untuk tagihan yang berulang tiap bulan tersedia tugas berulang di paket Pro. Lihat daftar fiturnya untuk gambaran lengkapnya.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa persen gaji yang sebaiknya ditabung?

Tidak ada angka yang cocok untuk semua keluarga. Mulai dari jumlah yang bisa konsisten, pisahkan di hari gajian, lalu naikkan pelan-pelan saat pengeluaran lain sudah tertata.

Apakah suami istri sebaiknya menggabungkan rekening?

Bisa digabung, bisa terpisah, yang penting keduanya tahu kondisi keuangan dan sepakat siapa membayar apa. Banyak pasangan memakai rekening bersama untuk kebutuhan rumah dan rekening pribadi untuk keperluan masing-masing.

Bagaimana kalau penghasilan tidak tetap?

Hitung anggaran dari penghasilan terendah dalam beberapa bulan terakhir. Saat penghasilan lebih besar, kelebihannya masuk ke dana darurat dan pos tahunan.

Perlukah aplikasi khusus untuk mencatat keuangan?

Tidak wajib. Spreadsheet atau buku catatan sudah cukup selama kamu rutin mengisinya dan mengeceknya bersama pasangan.

Pos apa yang paling sering terlupa dalam anggaran keluarga?

Biasanya pos yang datang setahun sekali atau mendadak, seperti pajak kendaraan, servis, kebutuhan awal tahun ajaran, Lebaran, dan kondangan. Bagi perkiraannya per bulan lalu sisihkan sejak gajian.