
Jumat jam 11.20, rapat mingguan molor. Presentasi baru sampai slide tujuh, padahal masjid dekat kantor biasanya sudah penuh sebelum khutbah dimulai.
Kamu melirik jam berkali-kali, ragu mau izin di tengah rapat.
Situasi seperti ini bisa dicegah dengan sedikit pengaturan kalender kerja dan komunikasi yang jelas dengan tim.
Tulisan ini membahas cara menjaga sholat Jumat di hari kerja tetap tenang, baik kamu karyawan, atasan, maupun rekan yang tidak ikut Jumatan.
Kenapa sholat Jumat di kantor sering terburu-buru
Hari Jumat punya pola yang mirip di banyak kantor.
Jumat siang yang terjepit
Pagi dipakai menyelesaikan target mingguan, rapat penutup minggu sering dijadwalkan jelang siang, dan klien kadang meminta panggilan di jam yang sama.
Akibatnya, jeda untuk sholat Jumat terjepit di antara pekerjaan yang terasa mendesak.
Banyak orang akhirnya berangkat ke masjid dengan tergesa-gesa dan kembali dengan pikiran masih di rapat.
Bukan soal tidak menghargai
Masalahnya jarang karena ada yang tidak menghargai.
Lebih sering karena tidak ada yang menandai jam itu di kalender, sehingga orang yang menyusun jadwal tidak sadar.
Artinya, solusinya juga sederhana: buat jam itu terlihat oleh semua orang.
Tandai blok sholat Jumat di kalender
Langkah paling sederhana adalah membuat acara berulang setiap Jumat di kalender kerja.
Contoh susunan blok
Panjangnya sesuaikan dengan jarak ke masjid. Sebagai patokan awal, banyak orang menyisihkan sekitar satu setengah jam, termasuk berjalan, wudhu, dan kembali ke meja.
| Waktu (contoh Jakarta) | Isi blok |
|---|---|
| 11.15 sampai 11.30 | Tutup pekerjaan, simpan file, bersiap |
| 11.30 sampai 12.45 | Jalan ke masjid dan Jumatan |
| 12.45 sampai 13.15 | Makan siang |
Beri judul yang jelas seperti “Jumatan, tidak tersedia” supaya rekan yang mengatur rapat langsung paham.
Kalau masjid dekat kantor biasanya penuh, tambahkan sepuluh menit di awal blok. Datang lebih awal membuat kamu sempat mendengarkan khutbah Jumat dari awal dengan tenang.
Sesuaikan dengan jadwal Dzuhur
Waktu Dzuhur bergeser beberapa menit sepanjang tahun.
Cek jadwal di kotamu, misalnya lewat jadwal sholat Bimas Islam Kemenag, lalu sesuaikan blok sholat Jumat setiap beberapa bulan.
Kalau kalendermu terhubung dengan jadwal sholat, caranya ada di menggabungkan Google Calendar dan jadwal sholat.
3 kalimat untuk menyampaikan ke tim dan klien
Banyak orang sungkan meminta. Padahal kalimat yang singkat dan jelas biasanya diterima dengan baik.
Saat menyusun jadwal rutin
Ke tim: “Untuk rapat mingguan, bisa kita taruh Jumat pagi atau setelah jam 13.30? Jam 11.30 sampai 13.00 saya Jumatan.”
Ke klien: “Jumat siang saya tidak tersedia antara 11.30 dan 13.00. Bagaimana kalau jam 10.00 atau 14.00?”
Memberi dua pilihan waktu membuat lawan bicara lebih mudah menyesuaikan.
Saat rapat molor
“Maaf, saya perlu pamit untuk sholat Jumat. Sisa poin saya tulis di catatan rapat, nanti saya baca dan balas.”
Kalimat ini penting. Menawarkan cara menyusul membuat izinmu terasa bertanggung jawab, bukan menghindar.
Tinggalkan juga ringkasan singkat atau minta rekan mencatat poin penting.
Kalau kamu atasan atau penyusun jadwal
Atasan punya peran besar membuat Jumat lebih tenang untuk seluruh tim.
Kebiasaan yang membantu
- Pindahkan rapat rutin mingguan ke Jumat pagi atau Kamis sore.
- Jangan memasang tenggat jam 12.00 di hari Jumat.
- Saat rapat lintas kota, perhatikan zona waktu. Ketika di Jakarta masih jam 11.00, rekan di Makassar sudah mendekati waktu sholat Jumat.
- Untuk acara kantor seperti pelatihan atau outing, sisipkan jeda Jumat di agenda sejak awal.
Kebiasaan ini tidak butuh kebijakan resmi perusahaan. Cukup diterapkan di tim yang kamu pimpin, dan biasanya tim lain ikut menyesuaikan.
Sampaikan alasannya dengan sederhana saat rapat tim. Kebanyakan orang menerima dengan baik ketika tahu jadwal Jumat siang dibuat lebih tertib untuk semua.
Tinjau lagi setiap beberapa bulan, terutama saat ada anggota tim baru atau rapat rutin baru yang ditambahkan ke kalender kerja.
Jadwal yang bisa diprediksi semua orang
Kebijakan sederhana seperti ini juga menghormati rekan perempuan dan rekan non-muslim.
Jadwal jadi lebih bisa diprediksi untuk semua orang, bukan hanya yang berangkat Jumatan.
Tim yang tahu kapan jeda pasti terjadi biasanya juga lebih rapi menyusun pekerjaan di sekitarnya.
Untuk rekan yang tidak ikut Jumatan
Jumat siang bisa jadi waktu yang tenang untuk rekan perempuan dan rekan non-muslim yang tetap di kantor.
Jam fokus tanpa rapat
Beberapa tim memakai jam sholat Jumat sebagai jam fokus tanpa rapat.
Ada juga yang memakai jam ini untuk merapikan email atau dokumentasi.
Dengan begitu, jeda siang terasa bermanfaat untuk semua orang di tim.
Saling menjelaskan kebutuhan
Kalau kamu bekerja dengan rekan beda keyakinan, saling menjelaskan kebutuhan masing-masing tanpa berasumsi akan sangat membantu.
Hal yang sama berlaku untuk kebutuhan mereka, misalnya hari raya atau ibadah lainnya.
Pembahasan lebih luas ada di bekerja dengan rekan beda keyakinan.
Situasi khusus di hari Jumat
Tidak semua Jumat berlangsung di meja kantor.
Di luar kantor atau bekerja dari rumah
Kalau Jumat kamu ada kunjungan klien atau survei lapangan, cari masjid di sekitar lokasi sejak pagi. Simpan lokasinya di peta dan perkirakan waktu tempuh.
Kerja dari rumah justru sering membuat jam terasa cair. Blok kalender tetap dipasang, dan status di aplikasi chat kantor diubah menjadi tidak tersedia selama jam itu.
Untuk ketentuan ibadah saat bepergian atau kondisi tertentu, tanyakan langsung kepada ustadz yang kamu percaya. Kamu bisa mencari masjid di sekitarmu dan mengikuti kajiannya.
Gedung tanpa masjid dekat
Di kawasan perkantoran padat, masjid terdekat kadang penuh atau cukup jauh.
Tanyakan ke pengelola gedung atau rekan yang lebih lama bekerja di situ: biasanya ada masjid lain yang lebih longgar, atau gedung tetangga yang menyelenggarakan sholat Jumat di aula.
Simpan pilihan cadangan ini, supaya saat masjid utama penuh kamu tidak bingung mencari di menit terakhir.
Persiapan hari Kamis dan kesalahan yang sering terjadi
Jumat yang tenang sering ditentukan sehari sebelumnya.
Lima menit di Kamis sore
Lihat kalender Jumat. Kalau ada undangan yang menabrak blok siang, minta pindah saat itu juga, bukan Jumat pagi ketika semua orang sudah sibuk.
Siapkan hal kecil yang sering bikin terburu-buru: sandal atau kaus kaki bersih di laci meja, baju yang nyaman untuk berjalan ke masjid, dan payung saat musim hujan.
Untuk pekerjaan dengan tenggat Jumat sore, usahakan sebagian besar sudah selesai sebelum jam 11.00, sehingga waktu setelah sholat Jumat dipakai untuk merapikan, bukan mengejar dari nol.
Kesalahan yang sering terjadi
- Blok kalender dibuat tapi diabaikan sendiri. Kalau kamu sendiri menerima undangan di jam itu, rekan akan menganggap blok itu tidak serius.
- Pamit mendadak tanpa catatan. Tinggalkan ringkasan singkat untuk tim.
- Makan siang terlewat. Banyak orang langsung kembali bekerja lalu lapar jam 15.00. Sisipkan waktu makan di blokmu.
- Tidak mengecek jadwal Dzuhur. Waktunya bisa bergeser dari bulan ke bulan.
Kesalahan ini kecil, tapi kalau berulang setiap Jumat, rasa terburu-buru akan kembali lagi.
Perbaiki satu per satu, mulai dari menjaga blok kalendermu sendiri. Saat kamu konsisten, rekan akan ikut menghormatinya.
Kalau satu Jumat tetap berantakan karena hal mendadak, tidak apa-apa. Kembali ke pola yang sama di Jumat berikutnya.
Satu Blok Kalender yang Membuat Jumat Siangmu Tidak Lagi Berkejaran
Satu langkah sudah cukup untuk memulai: buat blok berulang di kalender kerja, beri judul yang jelas, dan kirim satu pesan singkat ke tim. Biasanya, cukup satu atau dua kali menyampaikan dengan sopan, dan jadwal tim akan menyesuaikan dengan sholat Jumat.
Di LillahLife, kamu bisa memilih pengingat beberapa menit sebelum adzan, dan rencana harian dibagi per waktu sholat sehingga jeda siang selalu terlihat. Gambaran lengkapnya ada di halaman fitur, dan prinsip menyusun hari kerja dibahas di cara mengatur jadwal kerja mengikuti waktu sholat.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa lama sebaiknya blok kalender untuk Jumatan?
Sesuaikan dengan jarak ke masjid dan kebiasaan di sekitarmu. Banyak orang memakai sekitar satu setengah jam, termasuk berjalan, Jumatan, dan kembali ke meja.
Bagaimana kalau klien hanya bisa di jam Jumatan?
Tawarkan dua alternatif waktu yang dekat, misalnya jam 10.00 atau 14.00. Sebagian besar klien akan menyesuaikan bila diberi pilihan yang jelas.
Apa yang bisa dilakukan rekan yang tidak ikut Jumatan?
Banyak tim memakai Jumat siang sebagai jam fokus tanpa rapat. Rekan yang tetap di kantor bisa memakainya untuk pekerjaan yang butuh konsentrasi.
Bagaimana dengan ketentuan Jumatan saat bepergian?
Untuk ketentuan ibadah seperti itu, tanyakan langsung kepada ustadz yang kamu percaya di masjid sekitarmu.
Kapan sebaiknya rapat mingguan dijadwalkan kalau ada yang Jumatan?
Jumat pagi atau Kamis sore biasanya paling aman. Hindari rapat dan tenggat di sekitar jam 11.00 sampai 13.00 pada hari Jumat.


